Inkontinensia Urine Gejala, Penyebab Beserta Pengobatannya - Apa itu inkontinensia urine.? merupakan suatu kondisi dimana anda tidak bisa mengontrol buang air kecil. Pasien dengan kondisi ini besar kemungkinan kehilangan kontrol kandung kemih. Akibatnya, urin bisa keluar dengan tiba tiba tanpa mereka sadari. Sebagian besar penderita penyakit ini memerlukan popok untuk mengatasi hal tersebut terjadi ketika bekerja atau sedang beraktivitas. Ingin tahu lebih lanjut seputar gejala, penyebab dan cara mengobatinya.? simak ulasan selengkapnya dibawah ini.
Sekilas Tentang Penyakit Inkontinensia Urine
Namun, terdapat beberapa gejala yang bersifat umum dan sering terjadi pada sebagian besar penderita penyakit ini, apa saja itu.? sebagai berikut :
Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang mana bisa meningkatkan seseorang menderita penyakit atau kondisi seperti ini, apa saja itu.? sebagai berikut :
Selain itu juga, terdapat beberapa cara pengobatan lainnya seperti :
1. Melatih Otot Otot Panggul
Otot panggul tentu saja menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gejala inkontinensia. Pelatihan otot panggul agar pasien bisa membuat otot otot tersebut berkontraksi.
2. Melakukan Stimulasi Elektrik Ke Beberapa Saraf
Selanjutnya adalah dengan melakukan stimulasi elektrik pada beberapa bagian saraf. Salah satunya adalah pada saraf dibagian punggung atau saraf posterior tibialis.
3. Terapi Intervensi
Terapi intervensi bisa berupa penyuntikan zat sintesis ke dalam beberapa jaringan yang terdapat disekitar urtetra. Dengan tujuan agar otot kandung kemih bisa mengontrolnya agar bisa membantu menangai inkontinensia urine ini. Biasanya sering dilakukan penyuntikan botox.
4. Latihan Kandung Kemih
Latihan kandung kemih biasanya berupa serangkaian teknik agar pasien setidaknya bisa menahan untuk buang air kecil. Proses latihan ini bisa membutuhkan waktu yang cukup singkat, dengan kurang lebih satu bulan lamanya.
5. Prosedur Sling
Dikondisi ini, dokter akan melakukan pemasangan sling di leher kandung kemih anda. Prosedur ini bertujuan agar anda bisa menahan dan mencegah kebocoran pada urin. Sling itu sendiri merupakan alat yang terbuat dari bahan sintetis.
6. Prosedur Plester
Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan plester. Plester dikaitkan pada belakang uretra dengan harapan bisa menopang uretra di posisi yang tepat. Sehingga mampu mengurangi kebocoran urine akibat adanya tekanan.
7. Sistoplasti Augmentasi
Apa itu sistoplasti augmentasi.? merupakan suatu prosedur yang mana dokter ahli bedah akan membuat kandung kemih anda menjadi lebih besar dan tentunya dengan cara menambahkan jaringan dari susu ke dinding kandung kemih pasien. Namun, saat prosedur ini dilakukan, besar kemungkinan pasien akan buang air kecil melalui selang kateter.
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang “ Inkontinensia urine, gejala, penyebab dan pengobatannya”. Mudah mudahan bisa bermanfaat dan tentunya jika anda ingin mengajukan beberapa pertanyaan terkait konsultasi kesehatan, anda bisa menghubungi kami di nomor 082219505353. Jangan sungkan untuk menghubungi kami. Terimakasih dan salam sehat.
Sekilas Tentang Penyakit Inkontinensia Urine
Mengenal Inkontinensia Urine, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Seperti penjelasan singkat diatas, bahwasannya penyakit ini terjadi ketika anda tidak bisa mengontrol urine yang keluar secara tiba tiba. Siapa saja yang bisa terkena penyakit ini.? inkontinensia urine merupakan penyakit umum dan sering terjadi pada masyarakat diseluruh dunia. Faktanya, penyakit ini sering menyerang wanita daripada pria, dengan 60% diantaranya diderita oleh wanita. Terdapat beberapa cara yang bisa anda coba untuk mencegah terjadinya penyakit ini, salah satunya adalah dengan menjaga berat badan, sering mengkonsumsi makanan berserta hingga mengurangi konsumsi makanan yang bisa mengiritasi kandung kemih anda. Tidak lupa untuk sering melakukan olahraga ringan dengan rutin.Gejala Dan Tanda Tanda Menderita Penyakit Inkontinensia Urine
Seperti penyakit lainnya, penyakit inkontinensia urine juga memiliki sejumlah gejala yang bisa menjadi pertanda bahwa anda terdiagnosis penyakit ini. Meskipun demikian, untuk mengetahui apakah anda terjangkit penyakit ini atau tidak, anda harus memeriksakan diri dengan dokter. Karena dokter pastinya memiliki alat yang lebih canggih dan tentu saja dengan segudang pengalaman yang mereka punya.Namun, terdapat beberapa gejala yang bersifat umum dan sering terjadi pada sebagian besar penderita penyakit ini, apa saja itu.? sebagai berikut :
- Urine keluar meskipun hanya mendengarkan suara aliran air.
- Urine keluar dan merembes saat adanya tekanan pada kandung kemih.
- Urine keluar saat bersin, tertawa keras atau batuk.
- Urine sering keluar namun dalam jumlah yang sangat sedikit.
- Penderita merasa ada urine yang tersisa saat setelah selesai kencing.
Apa Saja Faktor Penyebab dan Risiko Menderita Penyakit Inkontinensia Urine
Setiap penyakit tentu saja memiliki faktor penyebabnya, begitu juga dengan penyakit ini. Banyak hal yang bisa menjadi sebab terjadinya kondisi seperti inkontinensia urine. Apa saja itu.? Salah satunya adalah akibat dari otot yang berkontraksi secara berlebihan. Kondisi ini bisa meningkatkan seseorang untuk berkemih. Kontrasi ini bisa disebabkan karena sering mengkonsumsi alkohol atau kafein yang berlebihan, menderita konstipasi atau infeksi saluran kemih.Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang mana bisa meningkatkan seseorang menderita penyakit atau kondisi seperti ini, apa saja itu.? sebagai berikut :
- Tekanan yang lebih kuat dibanding dengan kemampuan uretra untuk menahan urine.
- Menderita gangguan saat proses persalinan.
- Menderita obesitas, penyakit parkinson atau multipel sklerosis.
- Tersumbatnya kandung kemih.
- Pembesaran kelenjar prostat.
- Terkena penyakit batu kandung kemih.
- Akibat kerusakan saraf.
- Konstipasi.
- Gangguan pada kantung kemih sejak lahir.
- Kelebihan berat badan.
- Bertambahnya usia.
- Menderiga gejala saluran kemih bawah.
- Faktor keturunan.
- Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita.
Bagaimana Cara Mengobati Inkontinensia Urine.?
Salah satu cara mengatasi penyakit ini adalah dengan menontrol inkontinensia urine yang diakibatkan oleh adanya peningkatan tekanan di daerah perut. Salah satu caranya adalah dengan berolahraga, melakukan fisioterapi atau dengan melakukan terapi. Terapi tersebut bisa berupa biofeedback atau bisa menggunakan stimulus elektrik. Kedua alat tersebut mampu mengatasi tekanan pada perut anda.Selain itu juga, terdapat beberapa cara pengobatan lainnya seperti :
1. Melatih Otot Otot Panggul
Otot panggul tentu saja menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gejala inkontinensia. Pelatihan otot panggul agar pasien bisa membuat otot otot tersebut berkontraksi.
2. Melakukan Stimulasi Elektrik Ke Beberapa Saraf
Selanjutnya adalah dengan melakukan stimulasi elektrik pada beberapa bagian saraf. Salah satunya adalah pada saraf dibagian punggung atau saraf posterior tibialis.
3. Terapi Intervensi
Terapi intervensi bisa berupa penyuntikan zat sintesis ke dalam beberapa jaringan yang terdapat disekitar urtetra. Dengan tujuan agar otot kandung kemih bisa mengontrolnya agar bisa membantu menangai inkontinensia urine ini. Biasanya sering dilakukan penyuntikan botox.
4. Latihan Kandung Kemih
Latihan kandung kemih biasanya berupa serangkaian teknik agar pasien setidaknya bisa menahan untuk buang air kecil. Proses latihan ini bisa membutuhkan waktu yang cukup singkat, dengan kurang lebih satu bulan lamanya.
5. Prosedur Sling
Dikondisi ini, dokter akan melakukan pemasangan sling di leher kandung kemih anda. Prosedur ini bertujuan agar anda bisa menahan dan mencegah kebocoran pada urin. Sling itu sendiri merupakan alat yang terbuat dari bahan sintetis.
6. Prosedur Plester
Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan plester. Plester dikaitkan pada belakang uretra dengan harapan bisa menopang uretra di posisi yang tepat. Sehingga mampu mengurangi kebocoran urine akibat adanya tekanan.
7. Sistoplasti Augmentasi
Apa itu sistoplasti augmentasi.? merupakan suatu prosedur yang mana dokter ahli bedah akan membuat kandung kemih anda menjadi lebih besar dan tentunya dengan cara menambahkan jaringan dari susu ke dinding kandung kemih pasien. Namun, saat prosedur ini dilakukan, besar kemungkinan pasien akan buang air kecil melalui selang kateter.
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang “ Inkontinensia urine, gejala, penyebab dan pengobatannya”. Mudah mudahan bisa bermanfaat dan tentunya jika anda ingin mengajukan beberapa pertanyaan terkait konsultasi kesehatan, anda bisa menghubungi kami di nomor 082219505353. Jangan sungkan untuk menghubungi kami. Terimakasih dan salam sehat.

Komentar
Posting Komentar